Kompilasi Hukum Islam

 Pengertian  KHI

H. Abdurrahman, SH. : “Kompilasi Hukum Islam di Indonesia merupakan rangkuman dari berbagai kitab yang ditulis oleh ulama fikih yang biasa dipergunakan sebagai referensi pada Pengadilan Agama untuk diolah dan dikembangkan serta dihimpun ke dalam satu himpunan.”

Posisi KHI dalam Tata Hukum Nasional awal kemerdekaan:

  1. Hukum produk legislasi  kolonial.
  2. Hukum adat.
  3. Hukum Islam, dan
  4. Hukum produk legislasi nasional.

Dapat disimpulkan bahwa KHI merupakan gabungan antara hukum Islam dg produk legisalasi nasional dalam kata lain “pemberlakuan hukum Islam melalui legislasi.”

Proses KHI

Awal mula diumumkan oleh Menteri Agama RI : Munawir Sjadzali, MA. (1983-1993)

Maret 1985 Presiden Soeharto ambil prakarsa penyusunan KHI. Ditindaklanjuti pada tanggal 25 Maret 1985 Mahkamah Agung dg Departemen Agama mengeluarkan keputusan bersama Nomor  07/KMA/1985 dan No. 25 tahun 1985 yang ditandatangani di Yogyakarta oleh Ketua MA dan Menteri Agama.

Makna kehadiran KHI

Menggambarkan ragam makna kehidupan masyarakat Islam Indonesia, terutama tentang :

  1. adanya norma hukum yang hidup dalam masyrakat dan
  2. berperan  serta mengatur interaksi sosial.
  3. aktualisasi normatif dari eksplanasi fungsional ajaran Islam yang berimplikasi terpenuhinya tuntutan kebutuhan  hukum.
  4. kesepakatan dari para ulama.

Sistematika KHI 

Buku I    : Hukum Perkawinan.

(Pasal 1 –  170)

Buku II   : Hukum Kewarisan.

(Pasal 171 – 214)

Buku III  : Hukum Perwakafan.

(Pasal 215 – 229)

Asas-asas hukum perkawinan dalam KHI

  1. Asas Sukarela.
  2. Asas Persetujuan kedua belah pihak.
  3. Asas Kebebasan memilih.
  4. Asas Kemitraan suami – istri.
  5. Asas berlaku untuk selama-lamanya.
  6. Asas monogami terbuka.

Asas-asas Kewarisan Islam

  1. Asas Ijbari. à bersifat otomatis
  2. Asas Bilateral.à mewaris dari 2 belah pihak
  3. Asas Individual.
  4. Asas Keadilan Berimbang.
  5. Asas Akibat Kematian.

 Pengertian  KHI

H. Abdurrahman, SH. : “Kompilasi Hukum Islam di Indonesia merupakan rangkuman dari berbagai kitab yang ditulis oleh ulama fikih yang biasa dipergunakan sebagai referensi pada Pengadilan Agama untuk diolah dan dikembangkan serta dihimpun ke dalam satu himpunan.”

Posisi KHI dalam Tata Hukum Nasional awal kemerdekaan:

  1. Hukum produk legislasi  kolonial.
  2. Hukum adat.
  3. Hukum Islam, dan
  4. Hukum produk legislasi nasional.

Dapat disimpulkan bahwa KHI merupakan gabungan antara hukum Islam dg produk legisalasi nasional dalam kata lain “pemberlakuan hukum Islam melalui legislasi.”

Proses KHI

Awal mula diumumkan oleh Menteri Agama RI : Munawir Sjadzali, MA. (1983-1993)

Maret 1985 Presiden Soeharto ambil prakarsa penyusunan KHI. Ditindaklanjuti pada tanggal 25 Maret 1985 Mahkamah Agung dg Departemen Agama mengeluarkan keputusan bersama Nomor  07/KMA/1985 dan No. 25 tahun 1985 yang ditandatangani di Yogyakarta oleh Ketua MA dan Menteri Agama.

Makna kehadiran KHI

Menggambarkan ragam makna kehidupan masyarakat Islam Indonesia, terutama tentang :

  1. adanya norma hukum yang hidup dalam masyrakat dan
  2. berperan  serta mengatur interaksi sosial.
  3. aktualisasi normatif dari eksplanasi fungsional ajaran Islam yang berimplikasi terpenuhinya tuntutan kebutuhan  hukum.
  4. kesepakatan dari para ulama.

Sistematika KHI

Buku I    : Hukum Perkawinan.

(Pasal 1 –  170)

Buku II   : Hukum Kewarisan.

(Pasal 171 – 214)

Buku III  : Hukum Perwakafan.

(Pasal 215 – 229)

Asas-asas hukum perkawinan dalam KHI

  1. Asas Sukarela.
  2. Asas Persetujuan kedua belah pihak.
  3. Asas Kebebasan memilih.
  4. Asas Kemitraan suami – istri.
  5. Asas berlaku untuk selama-lamanya.
  6. Asas monogami terbuka.

Asas-asas Kewarisan Islam

  1. Asas Ijbari. à bersifat otomatis
  2. Asas Bilateral.à mewaris dari 2 belah pihak
  3. Asas Individual.
  4. Asas Keadilan Berimbang.
  5. Asas Akibat Kematian.

 

 

About Robby aneuknangroe

konsultasikan masalah Hukum Anda, Saya siap membatu secara gratis.

Posted on 24 Agustus 2013, in Perdata Materil and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Ada pertanyaan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: