Penangkapan

Kata penangkapan (arrest) berasal dari bahasa Prancis arrêter, yang berarti “menghentikan, memperoleh, menghalangi, merintangi.” Setelah menjadi kata lazim dalam bahasa Inggris (Lord Eilhorne dalam Spicer v. Holt, 1976: 71) Secara legal, penangkapan didefinisikan sebagai “pendekatan atau penahanan seseorang guna menjawab berbagai pertanyaan terkait dengan tindak kejahatan yang dicurigai” (Blackstone, 1979; Warner, 1983). Penangkapan terjadi ketika unsur berikut terpenuhi:

  1.  seorang polisi memiliki alasan untuk percaya bahwa sebuah kejahatan telah terjadi (penyebab probabilitas);
  2. seorang polisi berniat membawa tersangka ke kantor untuk diperiksa; dan
  3. pihak yang ditangkap mengalami dan merasakan kehilangan kebebasan karena dibatasi gerak-geriknyaSangat sulit untuk menentukan secara hukum apakah kontak tertentu sudah dapat dikategorikan sebagai penangkapan atau bukan (Whitebread dan Slobogin, 1986:79). Itulah masalah praktis yang sering dialami polisi

Dari segi tindakan, penangkapan didefinisikan sebagai proses memindahkan tersangka ke kantor polisi (Black, 1971; La Fave, 1965:3–4). Pemindahan tersangka ke kantor polisi amat berbeda dengan teknik investigasi lain seperti menghentikan dan mengajukan pertanyaan, menggeledah, atau jenis investigasi lain yang dilakukan di tempat.   Pada praktiknya, kadang tersangka dibawa ke kantor polisi untuk proses investigasi yang sebenarnya tidak memenuhi syarat penangkapan. Salah satu contoh adalah dengan membawa tersangka tanpa mengatakan bahwa ia ditangkap dan tanpa mencatatkan proses pemeriksaan tersebut sebagai penangkapan. Contoh lain adalah dengan “mengundang” tersangka untuk datang ke markas besar polisi (La Fave, 1965:302). Metode memperoleh informasi itu dibenarkan karena diperlukan untuk mencegah tindak kejahatan. Sejumlah polisi percaya bahwa mereka belum “menangkap” tersangka sampai mereka secara formal telah mencatat tersangka tersebut dalam buku besar polisi

Di satu sisi, penangkapan yang disertai dengan perbuatan memborgol, mengeluarkan senjata, dan penggunaan kata-kata yang memberi efek bahwa seseorang dinyatakan telah ditangkap dapat membentuk definisi penangkapan. Di sisi lain, ketika seorang warga ditanyai oleh polisi di jalan, secara umum hal itu tidak dianggap sebagai penangkapan. Makna yang melekat pada kata “menangkap” secara umum bergantung pada tujuan dan konteks penggunaan kata itu. Definisi atau perumusan hukum tentang batasan pengertian penangkapan bersifat kompleks karena ada perbedaan dari apa yang dirasakan orang yang ditangkap dan konteks emosional ketika aktivitas itu terjadi. Karakteristik dari masalah definisi yang terkait dengan penangkapan itu digambarkan dengan sangat tepat oleh sebuah pengadilan (America v. Bonanno, 1960:71). selengkapnya lihat disini

Terdapat dua macam penangkapan, yakni :
1. Tertangkap tangan;
2. Tidak  tertangkap tangan

“Tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu”.

bagi pelaku tertangkap tangan tidak dapat langsung dijatuhkan sanksi pidana sebelum melalui proses peradilan, karena asas praduga tidak bersalah melekat padanya.

syarat sahnya suatu penangkapan apabila tidak dalam keadaan tertangkap tangan maka, penyidik harus terlebih dahulu mendapat surat perintah penangkapan, kemudian sudah memenuhi minimal dua alat bukti

 

sumber

KUHAP

http://www.hukumonline.com

http://krisnaptik.wordpress.com

About Robby aneuknangroe

konsultasikan masalah Hukum Anda, Saya siap membatu secara gratis.

Posted on 20 September 2013, in Pidana Formil and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Ada pertanyaan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: