penyidik, Penyidikan dan Penyelidikan

Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan

Penyelidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk melakukan penyelidikan.

catatan: tidak semua polisi bisa jadi penyidik

Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang

Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

perbedaan penyelidikan dan penyidikan;

penyelidikan yang dicari tahu adalah peristiwanya (pidana atau bukan) sedangkan penyidikan yang dicari adalah alat bukti dan tersangka dari peristiwa pidana.

perbedaan penyelidik dan penyidik 

Perbedaan
Penyelidik
Penyidik
Yang berwenang:
 
 
Setiap pejabat polisi negara Republik Indonesia (Pasal 4 KUHAP) 1.    pejabat polisi negara Republik Indonesia.2.    pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang.

(Pasal 6 KUHAP)
Wewenangnya:
1.     menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana;2.     mencari keterangan dan barang bukti;

3.     menyuruh berhenti seorang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri;

4.     mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.

Selain itu, atas perintah penyidik, penyelidik dapat melakukan tindakan berupa:

1.     penangkapan, larangan meninggalkan tempat, penggeledahan dan penahanan;

2.     pemeriksaan dan penyitaan surat;

3.     mengambil sidik jari dan memotret seorang;

4.     membawa dan menghadapkan seorang pada penyidik.

(Pasal 5 KUHAP)
1.    menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana;2.    melakukan tindakan pertama pada saat di tempat kejadian;

3.    menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka;

4.    melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan;

5.    melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat;

6.    mengambil sidik jari dan memotret seorang;

7.    memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi;

8.    mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara;

9.    mengadakan penghentian penyidikan;

10.mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.

(Pasal 7 ayat [1] KUHAP)
                  KUHAP

About Robby aneuknangroe

konsultasikan masalah Hukum Anda, Saya siap membatu secara gratis.

Posted on 20 September 2013, in Pidana Formil and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Ada pertanyaan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: