Masalah Penyitaan

Penyitaan

Penyitaan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengambil alih dan atau menyimpan di bawah penguasaannya benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan dan peradilan

Penyitaan hanya dapat dilakukan oleh penyidik dengan izin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat, namun dalam keadaan mendesak, Penyitaan tersebut dapat dilakukan penyidik lebih dahulu dan kemudian setelah itu wajib segera dilaporkan ke Ketua Pengadilan Negeri, untuk memperoleh persetujuan.

 Benda-benda yang dapat dikenakan penyitaan adalah:
  1. Benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruh atau sebagai diduga diperoleh dari tindak pidana atau sebagian hasil dari tindak pidana;
  2. Benda yang telah dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana atau untuk mempersiapkannya;
  3. Benda yang dipergunakan untuk menghalang-halangi penyelidikan tindak pidana;
  4. Benda yang khusus dibuat atau diperuntukkan melakukan tindak pidana;
  5. Benda lain yang mempunyai hubungan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan.

Tata Cara Penyitaan

Penyitaan yang dilakukan oleh penyidik terhadap benda hak milik tersangka/terdakwa berkaitan dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu, suatu penyitaan tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang, melainkan harus sesuai dengan persyaratan dan mekanisme sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Adapun bentuk dan tata cara penyitaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. penytaan biasa

“Penyitaan hanya dapat dilakukan oleh penyidik dengan surat izin Ketua Pengadilan Negeri setempat. Penyidik dalam melakukan penyitaan terlebih dahulu menunjukkan tanda pengenalnya kepada orang dari mana benda itu disita. Penyidik memperlihatkan benda yang akan disita kepada orang yang memiliki benda yang akan disita atau keluarganya dan dapat minta keterangan tentang benda yang akan disita dengan disaksikan oleh Kepala Desa atau Ketua Lingkungan dengan dua orang saksi. Kemudian penyidik membuat berita acara penyitaan.

2. Penyitaan dalam keadaan perlu dan mendesak

Dalam keadaan perlu dan mendesak bilamana penyidik harus segera bertindak dan tidak mungkin untuk mendapatkan surat izin terlebih dahulu, maka penyidik dapat melakukan penyitaan hanya atas benda bergerak dan untuk itu wajib segera melaporkan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat guna memperoleh persetujuannya. (lihat Pasal 38 ayat (2) KUHAP)

3. Penyitaan dalam keadaan tertangkap tangan

Penyitaan dalam keadaan tertangkap tangan diatur dalam Pasal 40 dan Pasal 41 KUHAP sebagai berikut:
Dalam hal tertangkap tangan penyidik dapat menyita benda dan alat yang ternyata atau yang patut diduga telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana atau suatu benda lain yang dipakai sebagai barang bukti.Selanjutnya dalam keadaan tertangkap tangan, penyidik berwenang menyita paket atau surat atau benda yang pengangkutannya atau pengirimannya dilakukan oleh Kantor Pos dan Telekomunikasi, jawatan atau perusahaan komunikasi atau pengangkutan, sepanjang hal tersebut diperuntukkan bagi tersangka atau berasal daripadanya, dan atas tindakan itu kepada tersangka dan atau pejabat Kantor Pos dan Telekomunikasi dan lain-lain harus diberikan surat tanda penerimaan

4. Penyitaan terhadap surat atau tulisan lain

Penyitaan terhadap surat atau tulisan lain diatur dalam Pasal 43 KUHAP. Menurut ketentuan ini bahwa penyitaan terhadap surat atau tulisan lain dari mereka yang berkewajiban menurut undang-undang untuk merahasiakannya, sepanjang tidak menyangkut rahasia negara, hanya dapat dilakukan atas persetujuan mereka atau izin khusus Ketua Pengadilan Negeri setempat kecuali undang-undang menentukan lain.

Sumber

1. KUHAP

2. http://lontar.ui.ac.id

3. http://kopertis11.net

4. http://www.damang.web.id

About Robby aneuknangroe

konsultasikan masalah Hukum Anda, Saya siap membatu secara gratis.

Posted on 22 September 2013, in Pidana Formil and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sy punya kendaraan disita oleh pihak kepolisian dan sekarang sdh msk 4 bln yg bikin sy heran kendaraan sy di tahan dlm kasus pengangkutan material tambang yg sy tdk ketahui trnyata si tersanka menggunakan untuk kejahatan krn si trsangka meminjam untuk dsewa namun si tersanka tdk tahu rimbanya dmn sampai saat ini, yg ingin sy tanyakan pak pd kesempatan uni sampai kpn kendaraan sy di kembalikan krn disini yg drugikan atau yg menjadi korban adalah sy.trimakasih

Ada pertanyaan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: