TEORI PENEGAKAN HUKUM

Hukum dan penegakan Hukum adalah satu kesatuan yang tak dapa dipisahkan, keduanya harus bisa berjalan secara sinegis. subtansi (isi) hukum yang termuat dalam berbagai peraturan perundangan hanya akan menjadi sampah tampa ditopang dengan sistem hukum serta budaya hukum yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. 

Berbicara hukum secara das sollen , artinya kita sedang berbicara mengenai cita atau keinginan hukum. Nah salah satu yang menjadi cita hukum adalah dengan tegaknya hukum itu sendiri. Penulis sendiri kurang sepakat dalam penggunaan kata penegakan hukum, penulis lebih sepakat dengan kata pengakan keadilan. “Dalam hukum belum tentu ada keadilan, tapi dalam keadilan sudah pasti ada hukum” begitulah kira-kira perkataan Mahfud MD dalam acara seminarnya.

Teori-teori pengakan Hukum dapat kita jumpai diberbagai literatur, baik itu buku, majalah atau media lain yang tersebar. artikel yang sedang anda baca ini satu dari sekian banyak yang mengulas mengenai teori penegakan Hukum. untuk itu, berikut ini penulis akan membahas dengan bahasa sederhana beberapa teori yang membahas tentang penegakan hukum

Pakar Hukum yang sangat terkenal dengan teorinya adalah Freidmann. menurut Freidmann  Friedman berhasil atau tidaknya Penegakan hukum bergantung pada: Substansi Hukum,Struktur Hukum/Pranata Hukum dan Budaya Hukum.

SUBTANSI HUKUM

Substansi hukum adalah keseluruhan asas-hukum, norma hukum dan aturan hukum, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, termasuk putusan pengadilan

Struktur Hukum

adalah keseluruhan institusi penegakan hukum, beserta aparatnya. Jadi mencakupi: kepolisian dengan para polisinya; kejaksaan dengan para jaksanya; kantor-kantor pengacara dengan para pengacaranya, dan pengadilan dengan para hakimnya

Budaya Hukum

Adalah kebiasaan-kebiasaan, opini-opini, cara berpikir dan cara bertindak, baik dari para penegak hukum maupun dari warga masyarakat.Substansi dan Aparatur saja tidak cukup untuk berjalannya sistem hukum. oleh karenanya, Lawrence M Friedman menekankan kepada pentingnya Budaya Hukum (Legal Culture).

About Robby aneuknangroe

konsultasikan masalah Hukum Anda, Saya siap membatu secara gratis.

Posted on 5 Oktober 2013, in PIH and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Memang…teori hukum yang dikemukakan oleh Freidmann ada benarnya, tetapi belum memadai jika terbatas pada tiga elemen saja (substansi, pranata, dan budaya), tetapi perlu juga ada panggilan hati dan jiwa suci, atau pendekatan spiritual. Ini yang minus dalam teori hukum sekarang.

  2. Kapankah suatu hukum menjadi hukum?

  3. Mungkinkah hukum diadili oleh hukum?

  4. Dalam tataran teoretis hukum selalu menjadi andalan setiap insan, menagapa pada tataran praxis hukum sering menjadi korban?

  5. Jika hukum dibuat untuk mengatur manusia, mengapa manusia mempermainkan hukum?

  6. Mengapa aparat hukum cenderung melanggar hukum?

Ada pertanyaan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: